Paket Teknologi » Pengendalian Penyakit Traumatik Myiasis

Komoditas:Teknologi Peternakan
Tahun:2014
Deskripsi:

keragaman yang rendah sehingga sangat ideal untuk dijadikan tempat inisiasi aplikasi program SIT di Indonesia. Pertimbangan yang lain adalah Pulau Sumba merupakan salah satu daerah sentra ternak di Indonesia dengan kasus myiasis yang cukup tinggi dan ternaknya dipelihara secara ekstensif. Dengan mengembangkan isolat Sumba sebagai cikal bakal koloni yang akan diradiasi akan mempunyai banyak keuntungan karena dapat digunakan untuk pemberantasan lalat di seluruh Indonesia, kecuali pulau Sumatra dan Kalimantan. untuk mengembangkan vaksin rekombinan myiasis, pembuatan pemikat (attractant) dan perangkap (trap) untuk lalat myiasis serta pengujian beberapa insektisida organik dan nonorganik untuk pengobatan myiasis.

Keunggulan:

Myiasis adalah infestasi larva lalat pada jaringan hidup yang menyerang hewan berdarah panas, termasuk ternak dan manusia, sehingga dikategorikan sebagai penyakit yang bersifat zoonosis. Di antara beberapa jenis myiasis di dunia, traumatika myiasis yang disebabkan oleh spesies lalat Old World Screwworm, Chrysomya bezziana merupakan jenis yang paling sering terjadi di negara-negara Asia dan Afrika. Larva lalat ini tergolong dalam parasit obligat (lalat screwworm primer) yang mutlak memerlukan jaringan hidup untuk perkembangbiakannya dan dilaporkan menyebabkan kerugian ekonomis yang besar.

Status:Non Komersial
Kontak:Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan